^_^

Markaz Pelangi.blogspot.com - Supported By Ummu Sakha - copyright © 2009

Thursday, 3 May 2012

Tips-Tips Mengajak anak Usia TK untuk Belajar (Mengatasi Anak Yang Susah Belajar)

Assalamualaikum bunda,
Kali ini saya ingin berbagi tips mengajak anak usia TK untuk belajar
Anak usia TK adalah saat anak mulai bereksplorasi dan bersosialisasi bersama teman-temannya. Maka kehadiran kita terkadang justru dirasa anak mengganggu aktivitasnya. Apalagi saat kita menyuruh anak belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, pasti berbagai alasan diutarakan
Berikut ini beberapa tips buat para bunda yang kesulitan mengajak putra-putrinya untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah , terutama untuk para bunda yang bekerja diluar rumah:
1. Sediakan waktu rutin min. 30 menit-1 jam per hari untuk belajar bersama anak. Buat schedule rutin. Untuk bunda yang bekerja seharian, relakan waktu istirahat anda sebentar selama min 30 menit walaupun hanya sekedar sharing cerita, menanyakan kabar disekolah atau memeriksa tugas-tugasnya.
2. Perhatikan kebutuhan primernya terlebih dahulu, apakah si kecil sudah makan, cukup istirahat, lagi senang atau bete', karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas pertemuan anda dengan si kecil.
3. Posisikan diri kita sebagai temannya, bukan 'guru'. Karena disini kita juga akan belajar dan bermain bersama anak. Adakalanya kita juga berpura-pura menjadi murid dan anak yang menjadi gurunya. ini untuk memotivasi dan meningkatkan kepercayaan dirinya
4. Ingatkan anak saat jam belajar tiba dengan cara yang halus, yaitu dengan ajakan, atau mulailah dengan cerita, permainan atau pertanyaan
.
Misalnya : Ayo kakak inget ga', kalau jarum pendek di angka 7, dan jarum panjang di angka 12, berarti TV-nya harus dimatikan dulu, saatnya BELAJAR!!!. Atau tanyakan ke anak: " Hayoo...hari ini kita mau belajar apa?. Atau bagaimana kalau kita main TEBAK KATA???
5. Jika anak menolak, alihkan perhatiannya dengan bercerita, permainan gambar atau menyanyi
6. Jangan paksa anak jika mulai terlihat bosan atau merajuk, alihkan perhatiannya ke pelajaran lain dengan permainan, gambar, atau pertanyaan, atau bahkan kita bisa meminta anak memperagakan hal yang dia kuasai
7. Berikan pujian yang tulus dan sewajarnya setiap kali dia menunjukkan peningkatan atau membuat keberhasilan. Akan lebih baik jika kita cukup mengatakan , "Alhamdulillah kakak/adiksudah bisa menuliskan nama sendiri. Besok kita belajar lagi ya...supaya kita bisa menuliskan nama benda-benda yang lain".
8. Jika anak membuat kesalahan, jangan langsung divonis"anak bodoh", tapi beri motivasi. Misalnya :" Kakak, mungkin angka 5 nya seharusnya kan menghadap ke kanan", atau "Lho kok udahan nulisnya?kan hurufnya masih satu baris, temannya mana? kan hurufnya jugapengen punya banyak teman. Ayo kita tulis yang banyak, kalau temannya banyak pasti dia senang."
Atau " Ayo, adik/kakak, kita hitung yuk angka-angkanya, kra-kira ada berapa ya..".
"Wah berapa ya jumlah bola-bola ini?Bisakah kakak menghitungnya?". Dll.
Anak-anak juga suka sekali dengan cerita, sesekali bunda bisa mengarang cerita fiktif yang berkenaan dengan apa yang ingin kita ajarkan hari ini
9. Gunakan metode 3M (jangan Marah, jangan Menyuruh, jangan Melarang)
.-Metode ini diperkenalkan oleh TK Permata As-Sholihin-
Solusinya :
1. Jika marah istighfar, tarik nafas dalam- dalam lalu tersenyumlah
2. Jika ingin menyuruh, ubah kalimat perintah menjadi kalimat aktif/ ajakan
3. jika ingin melarang, ubah kalimat negatif dengan kalimat aktif atau alihkan perhatian. Misalnya : "Wah adik, kalau bukunya dicoret-coret nanti gambarnya jadi tidak indah lagi"
. atau bunda bisa mengarang cerita fiktif yang menceritakan akibat dari perbuatan yang 'terlarang'.
Nah bunda, mungkin itu kiat-kiat yang bisa saya bagi agar anak-anak kita terbiasa belajar tanpa paksaan, bahkan menyenangkan. Jika ada yang punya pengalaman lebih atau pengetahuan tentang mengasuh dan mendidik anak , silahkan kirim ke email blog ini. Semoga bermanfaat. Wassalam

Rumus Luas Dan Keliling Trapesium






Semoga Bermanfaat!!

Rumus Kecepatan dan Debit

Materi Kecepatan dan Debit untuk SD
Pengertian :
- Kecepatan adalah jarak tempuh tiap satuan waktu
- Sedangkan debit adalah banyaknya air yang mengalir tiap satuan waktu
Rumus selengkapnya mengenai Kecepatan dan Debit bisa dibuka di link berikut, silahkan di download untuk kepentingan yang bermanfaat.
http://www.scribd.com/doc/92209506

Monday, 30 April 2012

Banyak Bintang di Langit (Kiriman Email dari Rumah Inspirasi)

Assalamualaikum. ini adalah kiriman email dari Rumah inspirasi Homeschooling. Semoga bermanfaat. Dear ira Diantara hal yang menarik dari homeschooling adalah penghormatan terhadap keragaman individu (anak) dan keluarga. Bagaimana tidak? Secara konsepsi, homeschooling adalah pendidikan terkustomisasi (customized education), yang disesuaikan dengan anak dan kondisi keluarga. Artinya, tak ada model tunggal homeschooling. Yang ada justru adalah keragaman praktek homeschooling yang diselenggarakan setiap keluarga. Kalau dipadu dengan spirit kecerdasan majemuk (multiple intelligences), maka akan menjadi lebih seru lagi. Homeschooling memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang sesuai dengan ragam kecerdasannya; tak hanya dinilai berhasil kalau memiliki kecerdasan logika dan bahasa. Sebab, pada kenyataannya tak semua anak memiliki kekuatan pada sisi kecerdasan logika dan bahasa. Ada anak-anak yang memiliki kecerdasan bergaul (interpersonal), kecerdasan fisik (kinestetis) dan kecerdasan lain yang di dalam model pendidikan konvensional tak terlalu dihargai. Bahkan, anak-anak yang memiliki kecerdasan berbeda ini cenderung dianggap sebagai anomali (kenakalan). Dalam homeschooling, keragaman anak itu dihargai. Bukan hanya dihargai, tetapi difasilitasi dan dikembangkan. Anak belajar dan diajarkan untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan tak merasa bersalah ketika berbeda dengan anak lain. Anak belajar untuk percaya diri dan pada saat bersamaan belajar menghargai temannya yang berbeda-beda. ** Penghargaan terhadap keragaman anak dan orangtua adalah bekal yang kuat untuk kehidupan sosial yang sehat. Setiap anak dan keluarga dapat belajar dan berkembang dengan maksimal sesuai potensinya. Semesta telah mencontohkan bahwa bintang itu jumlahnya tak hanya satu, tapi milyaran. Setiap bintang bersinar dan berkontribusi memberikan cahaya kehidupan yang menerangi semesta. Setiap bintang menjadi secercah cahaya yang bila bergabung dengan bintang lain akan saling menerangi dan menjadi cahaya dalam gulita. Kehidupan sosial pun memberikan contoh bahwa tak hanya ada satu juara untuk segalanya. Tetapi yang ada adalah banyak juara di berbagai bidang kehidupan. Ada juara bisnis, ada juara olahraga, ada juara seni, ada juara politik, dan sebagainya. Dalam olahraga pun tak hanya ada satu juara: ada juara sepak bola, juara basket, juara renang, dan sebagainya. Kalau mau diperdalam lagi, di dalam juara sepak bola pun ada area beragam di mana seseorang dapat menjadi juara di dalamnya: juara menyerang, juara bertahan, gelandang, kiper, wasit, dan sebagainya. Singkat kata, banyak ragam tempat anak dan keluarga dapat mengembangkan diri menjadi berharga. Dan itulah esensi kehidupan yang diciptakan Tuhan untuk kita. ** Oleh karena itu, perjuangan di dalam homeschooling adalah memberikan kesempatan setiap keluarga menjadi bintang dan cahaya yang menginspirasikan keluarga lain. Ada keluarga yang kuat dalam kultur akademis, biarlah dia menjadi bintang di bidang akademis. Ada keluarga yang kuat dalam kultur bisnis, biarlah dia menjadi bintang di bidang bisnis. Ada keluarga yang mahir dalam teknologi, biarlah dia berkembang menjadi bintang di bidang teknologi. Ada keluarga yang kuat dalam kecenderungan alam, seni, sosial, dan lain-lain; biarlah mereka menjadi bintang sebagaimana mereka memang layak menjadi bintang. Setiap anak dan keluarga berhak dan layak menjadi bintang. ** Di dalam spirit usaha menjadi bintang, kita saling mendukung keluarga lain untuk menjadi bintang. Jika ada yang kesulitan atau mengalami kegagalan, kita tak menghakiminya, tetapi ikut menguatkannya agar bisa segera bangkit. Kita pun tak merendahkan dan mengolok-olok keluarga lain yang berbeda dengan kita. Hanya karena berbeda, bukan berarti mereka lebih buruk daripada kita. Bahkan, bisa jadi mereka akan menjadi bintang terang yang indah pada waktunya nanti. Di dalam spirit penghormatan terhadap keragaman keluarga, kita selalu berbahagia setiap kali melihat sebuah keluarga berkembang menjadi bintang di bidangnya. Kita tak menjadi iri hati karenanya. Tetapi, kita justru belajar dari mereka. Kita mencari inspirasi dari mereka agar kita dapat juga menjadi bintang karena berhasil mengeluarkan cahaya dalam diri dan anak-anak kita. Inilah spirit homeschooling yang menarik. Mari menjadi bintang dan saling mendukung agar setiap anak dan keluarga lain menjadi bintang yang menerangi semesta. Amin. Salam, Aar (Sumber: http://rumahinspirasi.com/homeschooling/banyak-bintang-di-langit)